Senin, 10 Desember 2007

Information Literacy

Oleh : Gun Gun Heryanto

Satu penanda modernisasi yang saat ini memagang peranan sangat signifikan dalam kehidupan sosial adalah informasi. Perkembangan informasi tak hanya terjadi secara gradual (evolusioner) melainkan juga telah terjadi secara revolusioner. Kebebasan informasi (freedom of information) yang terjadi di berbagai belahan dunia telah menjadikan dunia sebagai kampung global (global village). Dampaknya, akses masyarakat atas informasi kian terbuka, kian bebas, dan kian beragam. Paling tidak ada tiga fenomena yang sangat terkait erat dengan kemudahan infromasi yang saat ini dirasakan oleh masyarakat.
Pertama, potensi keterbukaan akses atas pengetahuan kian terbuka lebar. Tak dapat disangkal lagi, bahwa informasi yang membanjiri kita setiap hari melalui surat kabar, majalah, tabloid, televisi, radio, website, milis group, friendster, blog dan lain-lain telah mengubah saluran informasi pengetahun dari sekedar institusi sekolah dan madrasah seperti terjadi di masa lalu, menjadi multi akses dengan kemunculan varian media baru yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih variatif. Perkembangan multi akses ini mendorong manusia modern untuk mengintegrasikan diri ke dalam berbagai perubahan informasi yang terjadi secara cepat.
Kedua, seiring dengan kemunculan era informasi ini juga kian menegaskan perkembangan teknologi komunikasi. Sejatinya, era informasi tak dapat dipisahkan dari era teknologi komunikasi. Dengan demikian, prasyarat penguasaan banyak akses atas saluran informasi modern saat ini adalah dengan cara memahami, mengikuti dan mengimplementasikan skill di segenap varian teknologi komunikasi yang ada dan berkembang saat ini dan ke depan. Misalnya skill untuk mengakses internet, skill untuk memanfaatkan komputer, skill untuk membaca dan memahami media cetak dan media elektronika serta sejumlah skill lain yang terkait dengan teknologi komunikasi.
Ketiga, fenomena jaringan komunikasi (communication network) makin memainkan peran penting. Jika dahulu, alur komunikasi mengikuti garis hirarkis sosial kemudian pelan tapi pasti perannya diambil oleh media massa. Namun demikian, saat ini peran-peran individu yang mengintegrasikan diri ke dalam jaringan global juga fenemonanya kian menguat. Kompetisi di lakukan dengan basis seberapa luas jaringan komunikasi yang dimiliki oleh seseorang. Semakin seseorang memiliki akses yang luas, maka semakin besar potensi orang tersebut untuk sukses. Sebaliknya seseorang yang tak memiliki kemampaun mengembangkan jaringan komunikasi maka kemungkinan akan menjadi pihak yang merugi. Dengan jaringan komunikasi inilah seseorang memanej dirinya untuk berpikir terbuka (inward looking) dan adaptif sehingga akhirnya mampu membangun kapasitas individual (Individual Capacity Building) dengan baik.
Istilah Information Literacy pertama kali digunakan oleh Paul Zurkowski, President of The Internationl Industry Association lebih dari 30 tahun lalu. Dia menggambarkan orang-orang yang melek informasi itu sebagai : ”orang-orang yang terdidik di dalam mengaflikasikan sumber-sumber informasi terhadap pekerjaan mereka. Mereka belajar teknik-teknik dan keterampilan-keterampilan untuk memanfaatkan cakupan yang luas dari sarana informasi sebagaimana juga sumber-sumber utama dalam memecahkan permasalahan mereka”.
The American Library Association (1996) telah mendefinisikan information literacy sebagai istilah yang diterapkan terhadap keterampilan-keterampilan informasi untuk memecahkan masalah. Adapun keterampilan yang dimaksud terdiri dari 7 (tujuh) hal yakni :
1.Keterampilan mendefinisikan kebutuhan terhadap informasi (defining the need of information). Yakni kemampuan seseorang dalam mengetahui bahwa pengetahuan yang dimilikinya tentang suatu subyek tertentu tidak mencukupi namun dia sadar bahwa di sekelilingnya ada banyak sumber-sumber yang tersedia agar dapat dimanfaatkan untuk memecahkan berbagai permasalahnnya.

2.Menetapkan strategi pencarian (initiating the search strategy). Yakni, sebuah proses sebelum pencarian yang dengannya seseorang mampu mengorganisikan data yang saat ini telah diketahuinya ke dalam beberapa kategori atau subyek, mengidentifikasi sumber-sumber yang berpotensi menjadi bahan tambahan ke dalam ketagori-kategori dan menentukan kriteria untuk sumber-sumber kekinian.

3.Mengumpulkan sumber-sumber informasi (locating the resources). Kemampuan seseorang dalam melakukan proses pengumpulan berbagai sumber yang diperlukan baik dalam bentuk cetakan dan non cetakan, online, dan komputerisasi, interview para pakar, permohonan dokumen-dokumen yang cocok dll.

4.Menilai dan memahami informasi (assesing and comprehending the information). Yakni kemampuan seseorang dalam memahami substansi isi informasi menyangkut kualitas, validitas, dan berbagai makna yang terkandung di dalam informasi yang didapatkannya. Selain itu mampu menilai sejauhmana informasi itu relevan dan tidak relevan dengan dirinya.

5.Menerjemahkan informasi (interpreting the information). Kemampuan seseorang untuk menguraikan dan menginterpretasi informasi yang didapatkannya. Menerjemahkan berarti tak sekedar memahami makna substansial informasi akan tetapi juga konsteks yang melatarbelakangi infromasi tersebut.

6.Mengkomunikasikan Informasi (communicating the information). Yakni kemampuan seseorang untuk meneruskan, menyampaikan atau mengembangkan informasi yang sudah didapatkannnya dengan cara jaringan komunikasi (communication network).

7.Mengevaluasi produk dan proses (evaluating the product and Process). Yakni kemampuan untuk melakukan sebuah evaluasi menyeluruh atas produk informasi yang diterima beserta keseluruhan proses penerimaan informasi di setiap tingkatannya.

Pendapat lain tentang Information Literacy dapat kita kutip dari The Southern Association of College and Schools (1996) yang menyatakan information literacy sebagai kemampuan menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi untuk menjadi pelajar sepanjang hayat yang mandiri. Dengan demikian, melek informasi tak hanya sekedar mencari dan menemukan berbagai sumber informasi yang dapat diakses melainkan juga user (pemakai) informasi tersebut mampau menggunakan informasi yang didapat untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi sekaligus mampu mengevaluasi informasi tersebut

Tidak ada komentar: